Entri Populer

Rabu, 20 Juni 2012

sajakku


Kisah kita telah menjadi sajak..
bermula dirimbun hutan dan sepasang jam di tangan
masih ku hitung rindu di gerak waktu
lalu tangispun berserak saat tebuka nyata
rasa itu ku simpan sejak dulu

... aku baca perjalanan pada setiap kenang,
kupahami kesedihan itu, saat mata ini menangis, hujan jugakah dihatimu?
aku mencintaimu dalam bisu..
diam jugakah bahasamu?

Namun Aku harus membentang kembali kisah,
bait ini telah kujabarkan di tiap malam,
dan cerita di balik kenyataan tergenggam
di hening ini namamu ku puisikan

Kadang kelu bibir ingin mengutarakan
seketika itu jua tafsirku menyelatankan igauku
namamu tak bisa ku eja karena terlalu indah huruf yang harus kubaca
lalu kau, lalu aku, menandatangani penantian dengan kasih

bulir bening ini tak akan cukup menggantikan
karena rasaku padamu, terlalu indah tuk bisa ku bahasakan
kadang jerit ini tak akan sanggup menjelaskan
karena bagiku, bagimu cinta ini lebih indah tanpa harus kita ucapkan

masih ku hitung waktu...
masih ku baca rindu
masih ku tahan rasa tanpa bicara
dan masih ku simpan indah tentang cinta untukmu
masih ku tata rapi harap memuisikan namamu indah kelak di hatiku
meski bukan saat ini ku bacakan sajakku ini
karena puisi indahku adalah mencintaimu dalam diam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar