Untuk menambah rasa benci kepada mereka, anjing-anjing terhina di dunia
yang telah menghancurkan Palestina dan merobohkan daya pemuda Islami
lewat budaya dan media, kami kutip beberapa pernyataan yang semoga dapat
mengunus kembali pedang kebencian kita terhadap mereka.Berikut adalah sejumlah pernyataan mereka yang masyhur:
- “I
don't know something called International Principles. I vow that I'll
burn every Palestinian child (that) will be born in this area. The
Palestinian woman and child is more dangerous than the man, because the
Palestinian childs existence infers that generations will go on, but the
man causes limited danger. I vow that if I was just an Israeli civilian
and I met a Palestinian I would burn him and I would make him suffer
before killing him. With one hit I've killed 750 Palestinians (in Rafah
in 1956). I wanted to encourage my soldiers by raping Arabic girls as
the Palestinian woman is a slave for Jews, and we do whatever we want to
her and nobody tells us what we shall do but we tell others what they
shall do.
(Ariel Sharon, In an interview with General Ouze Merham, 1956)
Ariel Sharon
"Saya (anjing) tidak tahu apa itu Asas/Prinsip International. Saya (anjing) berjanji akan membakar setiap anak Palestina yang dilahirkan di area ini. Wanita dan anak Palestina lebih berbahaya daripada pria dewasanya, karena keberadaan anak-anak Palestina menunjukkan generasi-generasi yang terus tumbuh, sedangkan pria-pria Palestina yang dewasa hanya menyebabkan bahaya yang terbatas. Saya (anjing) berjanji bahwa jika saya adalah seorang warga Israel dan bertemu dengan seorang Palestina, saya (sebagai anjing) akan membakarnya dan membuatnya tersiksa sebelum membunuhnya. Dengan satu pukulan saya (anjing) telah membunuh 750 Palestinian (di Rafah pada tahun 1956). Saya (anjing) menganjurkan pasukan-pasukan (anjing) saya untuk memperkosa gadis-gadis Arab sebagaimana wanita Palestina adalah budak bagi Yahoodi. Dan kami (para anjing) melakukan apapun yang kami (para anjing) inginkan padanya. Tak satupun orang (boleh) berucap kepada kami (para anjing) apa yang harus kami (para anjing) lakukan tapi kami (para anjing)katakan pada mereka."
(Ariel Anjing Sharon, dalam sebuah wawancara dengan Jendral Ouze Merha, 1956) - "The Palestinians are like crocodiles, the more you give them meat, they want more..."
(Ehud Barak, Prime Minister of Izrael at the time - August 28, 2000. Reported in the Jerusalem Post August 30, 2000)
"Orang-orang Palestina itu seperti buaya, semakin engkau memberi mereka daging, mereka semakin ingin..."
(Ehud Berak, Perdana Menteri Izrael saat itu, 28 Agustus 2000. Direport oleh Jerusalem Post tanggal 30 Agustus 2000) - "There was no such thing as Palestinians, they never existed."
(Golda Meir Izraeli Prime Minister June 15, 1969)
"Tidak ada yang namanya orang-orang Palestina, mereka tidak pernah ada."
(Goldanc** Meir, Perdana Menteri Izrael, 15 Juni 1969) - "Every
time we do something you tell me America will do this and will do that .
. . I want to tell you something very clear: Don't worry about American
pressure on Izrael. We, the J*wish people, control America, and the
Americans know it."
(Izraeli Prime Minister, Ariel Sharon, October 3, 2001, to Shimon Peres, as reported on Kol Yisrael radio)
"Ketika kami (para anjing) melakukan sesuatu kau katakan pada saya (anjing) Amerika akan melakukan ini dan itu...Saya (anjing) katakan padamu sesuatu yang sangat jelas: Jangan cemaskan tentang tekanan Amerika pada Izrael. Kami (para anjing, sekaligus) makhluk Yahoodi, menguasai Amerika, dan orang-orang Amerika tahu itu."
(Perdana Menteri Izrael, Ariel Anjing Sharon, 3 Oktober 2001, kepada Shimon Julia Perez, sebagaimana di-report di radio Kol Yizrael) - "We
should prepare to go over to the offensive. Our aim is to smash
Lebanon, Trans-Jordan, and Syria. The weak point is Lebanon, for the
Moslem regime is artificial and easy for us to undermine. We shall
establish a Christian state there, and then we will smash the Arab
Legion, eliminate Trans-Jordan; Syria will fall to us. We then bomb and
move on and take Port Said, Alexandria and Sinai."
(David Ben-Gurion, May 1948, to the General Staff. From Ben-Gurion, A Biography, by Michael Ben-Zohar, Delacorte, New York 1978)
"Kami (para anjing) harus bersiap-siap menyerang. Tujuan kami (para anjing) adalah mendepak Libanon, Jordania dan Suriah. Titik yang buruk adalah Libanon, karena rezim Muslim di sana palsu dan mudah bagi kami (para anjing) meruntuhkannya. Kami (para anjing) akan membangun sebuah negara Kristen di sana, dan kemudian kami (para anjing) akan mendepak pasukan Arab, melenyapkan Jordania; Suriah akan jatuh ke tangan kami (para anjing). Kemudian kami (para anjing) membom, bergerak dan merengkuh Pelabuhan Said, Alexandria dan Sinai."
(David Ben-dot-Gurion, Mei 1948, ke Staf Jendral.) - "The
United States has an absolute, uncompromising commitment to Izrael's
security and an absolute conviction that Izrael alone must decide the
steps necessary to ensure that security. That is Izrael's prerogative.
We accept that. We endorse that. Whatever Izrael decides cannot, will
not, will never, not ever, alter our fundamental commitment to her
security."
(Al Gore, 18 May 2000)
"USA memiliki sebuah komitmen absolute dan tanpa kompromi kepada keamanan Izrael dan sebuah keyakinan pasti bahwa Izrael sendiri harus menentukan langkah-langkah penting untuk menjamin keamanan tersebut. Ini adalah hak istimewa Izrael. Kami (para anjing) menerimanya. Kami (para anjing) mengabsahkannya. Apapun yang Israel tentukan tidak bisa, takkan pernah mengubah komitmen dasar kami (para anjing) kepada keamanannya."
(Al Gorengan, 18 Mei 2000) - "I
first visited Izael in 2000. I already then felt that I am returning
home despite the fact that this was a place I never visited. I have a
deep affinity with Izrael. I have always admired the history of the
State of Izrael and the hardness and determination of the people that
founded it. ... I am also the daughter of a Presbyterian minister and
was brought up on the very moving stories of the Holy Land. They mean a
lot to me. When I first visited Mt. Olives, Lake Kinneret, Jerusalem, I
felt a very deep emotional experience."
(Condoleezza Rice, May 2003)
"Pertama kali saya (anjing) mengunjungi Izrael pada tahun 2000, saya merasa pulang ke (kandang) rumah padahal faktanya saya (anjing) belum pernah mengunjunginya sebelumnya. Saya (sebagai anjing) memiliki ketertarikan yang dalam pada Izrael. Saya (anjing) selalu menghormati sejarat negara Izrael, kesukaran dan determinasi orang-orang (anjing-anjing) yang membentuknya....Saya pun adalah seorang anak (anjing) dari pendeta gereja Presbyterian dan mendengar cerita-cerita tetang Tanah Suci. Cerita-cerita (dongeng) tersebut sangat berarti buat saya (sebagai anjing). Ketika pertama kali saya kunjungi Mt. Olives, Danau Kinneret, Yerusalem, saya (anjing) merasakan pengalaman emosional yang sangat dalam."
(Condoleezza Nasi, Mei 2003)
Ariel Sharon, makhluk terkutuk yang sangat hina
Tidak ada komentar:
Posting Komentar