Setiap orang yangg salah dalam hidup kita mengajarkan kita satu hal: Hati yg kuat adalah hati yang sanggup memaafkan, bukan melupakan
Jangan mudah percaya pada seseorang yang berbicara bahwa dia merindukanmu, sampai kamu melihat seberapa besar usahanya untuk menemuimu.
Cinta harus berasal dari hati. Maka jika tidak dari hati, jangan pernah berucap bahwa kamu mencinta.
Uang menghasilkan uang, kreatifitas menghasilkan sumber uang.
Kemalasan adalah kebodohan tubuh, kebodohan adalah kemalasan pikiran. ~Unknown
Orang yg gagal membangun keluarganya tidak akan membangun apapun dikemudian hari.
Uang adalah budak dari Nilai tambah.
Jika Anda hanya memberikan 90% dari upaya Anda saat latihan, jgn berharap Anda dpt memberikannya 100% dlm pertandingan.
Pemimpin yg hebat bukan hny hadir disaat bawahannya melakukan kesalahan, tapi juga disaat bawahannya berprestasi.
Orang pintar itu biasa, orang hebat itu luar biasa, tapi orang beranilah pemenangnya.
Pujian itu bisa menjadi racun bila menerimanya, namun akan menjadi penawar bila kita memberikannya pada org lain.
Perubahan tidak pernah pilih kasih, kedatangannya hanya masalah waktu. Bersiaplah selalu!
Yang membedakan rezeki manusia bukan besar kecilnya, tapi pilihan utk bersyukur atau mengeluh.
Orang sukses tidak memiliki lidah seorang pengacara, tapi telinga seorang murid.
LSO Islamatika adalah lembaga yang didirikan oleh Himatika yang menaungi kegiatan keagamaan di civitas akademika jurusan matematika. LSO Islamatika juga bertujuan untuk meninggkatkan rasa ukhuwah antar civitas akademika jurusan matematika. mungkin dari sinilah dakwah kecil kami dimulai, untuk menjadi pribadi yang baik terlebih dahulu, baru bisa kita tularkan ke teman-teman terdekat bahkan teman-teman terjauh Insyallah melalui sarana ini, semoga bermanfaat.....!
Entri Populer
-
Soal no.1 Setelah dihidupkan, Sebuah mobil bergerak dengan percepatan 2m/s2. Setelah berjalan selama 20 s, mesin mobil mati dan ber...
-
a Penjelasan bahwa Rasulullah Muhammad saw masih hidup setelah kewafatannya saya kutipkan dari kitab Tanwirul Halak karya Imam Suyuti....
-
Menakjubkan: Perahu Nabi Nuh AS Telah Ditemukan Melalui Penelitian Ilmiah (revised and completed) Umat Nabi Nuh AS yang ditenggelamkan ...
-
Untuk menambah rasa benci kepada mereka, anjing-anjing terhina di dunia yang telah menghancurkan Palestina dan merobohkan daya pemuda Isla...
-
Teman dan Sahabat Ada satu perbedaan antara menjadi seorang kenalan dan menjadi seorang sahabat. Pertama, seorang kenalan adalah seora...
-
RENUNGAN BUAT YANG SIBUK BERKARIR Seperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya ...
-
Kebenaran ajaran Islam terus-menerus dibuktikan oleh penemuan demi penemuan ilmu pengetahuan. 1.400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW sudah ...
-
Setiap orang yangg salah dalam hidup kita mengajarkan kita satu hal: Hati yg kuat adalah hati yang sanggup memaafkan, bukan melupakan Jan...
-
Kisah kita telah menjadi sajak.. bermula dirimbun hutan dan sepasang jam di tangan masih ku hitung rindu di gerak waktu lalu tangispun ...
-
Puisi Negeri Para Bedebah Karya:Adhie Massardi Ada satu negeri yang dihuni para bedebah Lautnya pernah dibelah tongkat Musa Nuh meninggalk...
Jumat, 29 Juni 2012
Lebih Indah
Saat ku tenggelam dalam sendu
Waktupun enggan untuk berlalu
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapapun itu
Semakin ku lihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat ku melihat senyummu
Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
Kini ku ingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
Kan ku petik satu untukmu
Kaulah yang terbaik untukku
Ku percayakan seluruh hatiku padamu
Kasihku satu janjiku kaulah yang terakhir bagiku
Waktupun enggan untuk berlalu
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapapun itu
Semakin ku lihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat ku melihat senyummu
Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
Kini ku ingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
Kan ku petik satu untukmu
Kaulah yang terbaik untukku
Ku percayakan seluruh hatiku padamu
Kasihku satu janjiku kaulah yang terakhir bagiku
Sabtu, 23 Juni 2012
Puisi Negeri Para Bedebah
Puisi Negeri Para Bedebah
Karya:Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Karya:Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Untukmu Wahai Bidadari
Aku tahu!! Bidadari Tak Turun ke Bumi
Mentari dan rembulan silih berganti
Bersamanya. . . berlewat kesedihan dan kesusahan hati
Kebahagiaan dan suka cita pun berlalu hari
Melalui hidup dari merangkak hingga berlari
Usiaku telah muda kini . . .
Hingga hatiku mulai merindukan bidadari . . .
Namun, ku tahu . . .
Bidadari tak turun ke bumi
Maka aku pun bertanya . . .
Apa yang bisa aku cari?
Apa yang tersedia di bumi?
Sebagai tambatan yang menentramkan hati . . .
Hari-hari berlalu tak terasa seperti dulu lagi . . .
Semakin lama terdesak untuk segera mendapati
Berdetak semakin kencang jiwa ini . . .
Tapi, ada sebuah jawaban yang pasti . . .
Wanita sholehah itu adalah yang dinanti . .
Membahagiakan serta menetrami . . .
Tapi Aku ingat mereka bukanlah bidadari
Terkadang melapangi kadang pula membebani
Terkadang melayani kadang pula menjadi-jadi
Terkadang menghibur hati kadang pula menyakiti
Hmm . . .
Bisa jadi mereka lebih dari bidadari
Sebab ketundukan mereka pada perkara syar’i
Sebab syukur mereka atas rizki
Sebab sabar mereka atas tindakan suami
Sebab santun mereka yang menentramkan hati
Sebab kelembutan mereka yang menyejuki
Sebab keteguhan mereka menjaga kehormatan diri . . .
Merekalah wanita sholehah dari para istri
Mereka lebih dari bidadari . . .
Karena kesetiaan mereka menemani
Di dunia dan di syurga nanti . . .
Aamiiiiin
PERNYATAAN PARA ANJING
Untuk menambah rasa benci kepada mereka, anjing-anjing terhina di dunia
yang telah menghancurkan Palestina dan merobohkan daya pemuda Islami
lewat budaya dan media, kami kutip beberapa pernyataan yang semoga dapat
mengunus kembali pedang kebencian kita terhadap mereka.Berikut adalah sejumlah pernyataan mereka yang masyhur:
- “I
don't know something called International Principles. I vow that I'll
burn every Palestinian child (that) will be born in this area. The
Palestinian woman and child is more dangerous than the man, because the
Palestinian childs existence infers that generations will go on, but the
man causes limited danger. I vow that if I was just an Israeli civilian
and I met a Palestinian I would burn him and I would make him suffer
before killing him. With one hit I've killed 750 Palestinians (in Rafah
in 1956). I wanted to encourage my soldiers by raping Arabic girls as
the Palestinian woman is a slave for Jews, and we do whatever we want to
her and nobody tells us what we shall do but we tell others what they
shall do.
(Ariel Sharon, In an interview with General Ouze Merham, 1956)
Ariel Sharon
"Saya (anjing) tidak tahu apa itu Asas/Prinsip International. Saya (anjing) berjanji akan membakar setiap anak Palestina yang dilahirkan di area ini. Wanita dan anak Palestina lebih berbahaya daripada pria dewasanya, karena keberadaan anak-anak Palestina menunjukkan generasi-generasi yang terus tumbuh, sedangkan pria-pria Palestina yang dewasa hanya menyebabkan bahaya yang terbatas. Saya (anjing) berjanji bahwa jika saya adalah seorang warga Israel dan bertemu dengan seorang Palestina, saya (sebagai anjing) akan membakarnya dan membuatnya tersiksa sebelum membunuhnya. Dengan satu pukulan saya (anjing) telah membunuh 750 Palestinian (di Rafah pada tahun 1956). Saya (anjing) menganjurkan pasukan-pasukan (anjing) saya untuk memperkosa gadis-gadis Arab sebagaimana wanita Palestina adalah budak bagi Yahoodi. Dan kami (para anjing) melakukan apapun yang kami (para anjing) inginkan padanya. Tak satupun orang (boleh) berucap kepada kami (para anjing) apa yang harus kami (para anjing) lakukan tapi kami (para anjing)katakan pada mereka."
(Ariel Anjing Sharon, dalam sebuah wawancara dengan Jendral Ouze Merha, 1956) - "The Palestinians are like crocodiles, the more you give them meat, they want more..."
(Ehud Barak, Prime Minister of Izrael at the time - August 28, 2000. Reported in the Jerusalem Post August 30, 2000)
"Orang-orang Palestina itu seperti buaya, semakin engkau memberi mereka daging, mereka semakin ingin..."
(Ehud Berak, Perdana Menteri Izrael saat itu, 28 Agustus 2000. Direport oleh Jerusalem Post tanggal 30 Agustus 2000) - "There was no such thing as Palestinians, they never existed."
(Golda Meir Izraeli Prime Minister June 15, 1969)
"Tidak ada yang namanya orang-orang Palestina, mereka tidak pernah ada."
(Goldanc** Meir, Perdana Menteri Izrael, 15 Juni 1969) - "Every
time we do something you tell me America will do this and will do that .
. . I want to tell you something very clear: Don't worry about American
pressure on Izrael. We, the J*wish people, control America, and the
Americans know it."
(Izraeli Prime Minister, Ariel Sharon, October 3, 2001, to Shimon Peres, as reported on Kol Yisrael radio)
"Ketika kami (para anjing) melakukan sesuatu kau katakan pada saya (anjing) Amerika akan melakukan ini dan itu...Saya (anjing) katakan padamu sesuatu yang sangat jelas: Jangan cemaskan tentang tekanan Amerika pada Izrael. Kami (para anjing, sekaligus) makhluk Yahoodi, menguasai Amerika, dan orang-orang Amerika tahu itu."
(Perdana Menteri Izrael, Ariel Anjing Sharon, 3 Oktober 2001, kepada Shimon Julia Perez, sebagaimana di-report di radio Kol Yizrael) - "We
should prepare to go over to the offensive. Our aim is to smash
Lebanon, Trans-Jordan, and Syria. The weak point is Lebanon, for the
Moslem regime is artificial and easy for us to undermine. We shall
establish a Christian state there, and then we will smash the Arab
Legion, eliminate Trans-Jordan; Syria will fall to us. We then bomb and
move on and take Port Said, Alexandria and Sinai."
(David Ben-Gurion, May 1948, to the General Staff. From Ben-Gurion, A Biography, by Michael Ben-Zohar, Delacorte, New York 1978)
"Kami (para anjing) harus bersiap-siap menyerang. Tujuan kami (para anjing) adalah mendepak Libanon, Jordania dan Suriah. Titik yang buruk adalah Libanon, karena rezim Muslim di sana palsu dan mudah bagi kami (para anjing) meruntuhkannya. Kami (para anjing) akan membangun sebuah negara Kristen di sana, dan kemudian kami (para anjing) akan mendepak pasukan Arab, melenyapkan Jordania; Suriah akan jatuh ke tangan kami (para anjing). Kemudian kami (para anjing) membom, bergerak dan merengkuh Pelabuhan Said, Alexandria dan Sinai."
(David Ben-dot-Gurion, Mei 1948, ke Staf Jendral.) - "The
United States has an absolute, uncompromising commitment to Izrael's
security and an absolute conviction that Izrael alone must decide the
steps necessary to ensure that security. That is Izrael's prerogative.
We accept that. We endorse that. Whatever Izrael decides cannot, will
not, will never, not ever, alter our fundamental commitment to her
security."
(Al Gore, 18 May 2000)
"USA memiliki sebuah komitmen absolute dan tanpa kompromi kepada keamanan Izrael dan sebuah keyakinan pasti bahwa Izrael sendiri harus menentukan langkah-langkah penting untuk menjamin keamanan tersebut. Ini adalah hak istimewa Izrael. Kami (para anjing) menerimanya. Kami (para anjing) mengabsahkannya. Apapun yang Israel tentukan tidak bisa, takkan pernah mengubah komitmen dasar kami (para anjing) kepada keamanannya."
(Al Gorengan, 18 Mei 2000) - "I
first visited Izael in 2000. I already then felt that I am returning
home despite the fact that this was a place I never visited. I have a
deep affinity with Izrael. I have always admired the history of the
State of Izrael and the hardness and determination of the people that
founded it. ... I am also the daughter of a Presbyterian minister and
was brought up on the very moving stories of the Holy Land. They mean a
lot to me. When I first visited Mt. Olives, Lake Kinneret, Jerusalem, I
felt a very deep emotional experience."
(Condoleezza Rice, May 2003)
"Pertama kali saya (anjing) mengunjungi Izrael pada tahun 2000, saya merasa pulang ke (kandang) rumah padahal faktanya saya (anjing) belum pernah mengunjunginya sebelumnya. Saya (sebagai anjing) memiliki ketertarikan yang dalam pada Izrael. Saya (anjing) selalu menghormati sejarat negara Izrael, kesukaran dan determinasi orang-orang (anjing-anjing) yang membentuknya....Saya pun adalah seorang anak (anjing) dari pendeta gereja Presbyterian dan mendengar cerita-cerita tetang Tanah Suci. Cerita-cerita (dongeng) tersebut sangat berarti buat saya (sebagai anjing). Ketika pertama kali saya kunjungi Mt. Olives, Danau Kinneret, Yerusalem, saya (anjing) merasakan pengalaman emosional yang sangat dalam."
(Condoleezza Nasi, Mei 2003)
Ariel Sharon, makhluk terkutuk yang sangat hina
Rabu, 20 Juni 2012
AQIDAH: Bagaimana Saya Bisa Ikhlas di Setiap Amal?
Ketahuilah setan akan senantiasa menggoda manusia untuk merusak amal shalihnya. Dengan demikian, seorang mukmin akan senantiasa berjihad dengan musuhnya, iblis sampai dia menemui Rabb-nya di atas keimanan kepada-Nya dan keikhlasan di setiap amal yang dikerjakannya. Di antara faktor yang dapat mendorong seorang untuk berlaku ikhlas adalah sebagai berikut,
- Berdo’a
اللهم اجعل عملي كلها صالحا, واجعله لوجهك خالصا, و لا تجعل لأحد فيه شيئا
“Ya Allah, jadikanlah seluruh amalku sebagai amal yang shalih, Ikhlas karena mengharap Wajah-Mu, dan janganlah jadikan di dalam amalku bagian untuk siapapun.”
- Menyembunyikan Amal
Seorang mukhlis yang jujur senang menyembunyikan berbagai kebaikannya sebagaimana dia suka apabila keburukannya tidak terkuak. Hal ini sebagaimana diutarakan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ الإِمَامُ الْعَادِلُ ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِى الْمَسَاجِدِ ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِى اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّى أَخَافُ اللَّهَ . وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ
تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah ta’ala dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya. mereka adalah seorang pemimpin yang adil; seorang pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah; seorang pria yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul dan berpisah di atas kecintaan kepada-Nya; seorang pria yang diajak (berbuat tidak senonoh) oleh seorang wanita yang cantik, namun pria tersebut mengatakan, “Sesungguhnya saya takut kepada Allah”; seorang pria yang bersedekah kemudian dia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu aa yang telah disedekahkan oleh tangan kanannya; seorang pria yang mengingat Allah dalam keadaan sunyi dan air matanya berlinang.” (Muttafaqun ‘alaihi).
Bisyr ibnul Harits mengatakan, “Janganlah engkau beramal untuk diingat. Sembunyikanlah kebaikan sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan.
Shalat nafilah yang dikerjakan pada malam hari lebih utama daripada shalat sunnah pada siang hari, demikian pula beristighfar di waktu sahur daripada waktu selainnya, dikarenakan pada saat itu merupakan waktu yang lebih mendukung untuk menyembunyikan dan mengikhlaskan amal.”
- Melihat Amal Orang Shalih yang Berada di Atasmu
Janganlah
Anda memperhatikan amalan orang yang sezaman denganmu, yaitu orang
berada di bawahmu dalam hal berbuat kebaikan. Perhatikan dan jadikanlah
para nabi dan orang shalih terdahulu sebagai panutan anda. Allah ta’alaberfirman,أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ قُلْ لا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرَى لِلْعَالَمِينَ
“Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran). Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh umat.” (Al An’am: 90).
Bacalah biografi para ulama, ahli ibadah, dan zuhhad (orang yang zuhud), karena hal itu lebih mampu untuk menambah keimanan di dalam hati.
- Menganggap Remeh Amal
Sa’id bin Jubair mengatakan, “Seorang bisa masuk surga berkat dosanya dan seorang bisa masuk neraka berkat kebaikannya. Maka ada yang bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Sa’id menjawab, “Pria tadi mengerjakan kemaksiatan namun dirinya senantiasa takut akan siksa Allah atas dosa yang telah dikerjakannya, sehingga tatkala bertemu Allah, Dia mengampuninya dikarenakan rasa takutnya kepada Allah. Pria yang lain mengerjakan suatu kebaikan, namun dia senantiasa ujub (bangga) dengan amalnya tersebut, sehingga tatkala bertemu Allah, dia pun dimasukkan ke dalam neraka Allah.”
- Khawatir Amal Tidak Diterima
اللهم إنا نسألك العمل الصالح و حفظه
“Ya Allah kami memohon kepada-Mu amal yang shalih dan senantiasa terpelihara.”
Diantara bentuk keterpeliharaan amal shalih adalah amal tersebut tidak disertai dengan rasa ujub dan bangga dengan amal tersebut, namun justru amal shalih terpelihara dengan adanya rasa takut dalam diri seorang bahwa amal yang telah dikerjakannya tidak serta merta diterima oleh-Nya. Allah ta’ala berfirman,
وَلا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. dan Sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.” (An Nahl: 92).
Ibnu Katsir mengatakan, ["Mereka menunaikan sedekah, namun hati mereka takut dan khawatir, bahwa amalan mereka tidak diterima di sisi-Nya. mereka takut karena (sadar) mereka tidak menunaikan syarat-syaratnya secara sempurna. Imam Ahmad dan Tirmidzi telah meriwayatkan hadits dari Ummul Mukminin, 'Aisyah radhiallahu 'anhu. Dia bertanya kepada rasulullah, "Wahai rasulullah, mengenai ayat,
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ
"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka." (Al Mukminun: 60).
Apakah mereka yang tersebut dalam ayat itu adalah orang-orang yang melakukan tindak pencurian, perzinaan, dan meminum khamr, karena mereka takut kepada Allah (atas kemaksiatan yang telah dikerjakannya)? Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun menjawab, "Bukan, wahai putri ash Shiddiq. Akan tetapi, mereka adalah orang yang menunaikan shalat, puasa, dan sedekah, namun mereka khawatir apabila amalan tersebut tidak diterima oleh-Nya." Keikhlasan memerlukan mujadahah (perjuangan) yang dilakukan sebelum, ketika, dan setelah beramal.]
- Tidak Terpengaruh Perkataan Manusia atas Amalan yang Telah Dikerjakan
Dia menempatkan manusia layaknya penghuni kubur yang tidak mampu memberikan manfaat kepada dirinya dan tidak mampu menolak bahaya dari dirinya. Ibnul Jauzi mengatakan,
أن ترك النظر إلى الخلق و محو الجاه من قلوبهم بالعمل و إخلاص القصد و ستر الحال هو الذي رفع من رفع
["Meninggalkan perhatian makhluk dan tidak mencari-cari kedudukan di hati mereka dengan beramal shalih, mengikhlaskan niat, dan menyembunyikan amal merupakan faktor yang mampu meninggikan derajat orang yang mulia."][1]
- Sadar bahwa Manusia Bukanlah Pemilik Surga dan Neraka
Apabila anda telah mengetahui hal itu, niscaya anda akan mengetahui bahwamengikhlaskan amal adalah benar adanya, tidak sepatutnya amalan ditujukan kecuali kepada Zat yang memiliki surga dan neraka.
Oleh karena itu, seorang mukmin wajib meyakini bahwa manusia tidaklah memiliki surge sehingga mereka mampu memasukkan anda ke dalamnya. Demikian pula, mereka tidaklah mampu untuk mengeluarkan anda dari neraka apabila anda meminta mereka untuk mengeluarkan anda. Bahkan apabila seluruh umat manusia, dari nabi Adam hingga yang terakhir, berkumpul dan berdiri di belakang anda, mereka tidaklah mampu untuk menggiring anda ke dalam surge meski selangkah. Dengan demikian, mengapa anda mesti riya di hadapan mereka, padahal mereka tidak mampu memberikan apapun kepada anda?
“Barangsiapa yang berpuasa, shalat, dan berzikir kepada Allah demi tujuan duniawi, maka amalan itu tidak mendatangkan kebaikan baginya sama sekali. Seluruh amal tersebut tidak bermanfaat bagi pelakunya dikarenakan mengandung dosa (riya), dan (tentunya amalan itu) tidak bermanfaat bagi orang lain.”
Ibnu Rajab mengatakan,
من صلى وصام وذكر الله يقصد بذلك عرض الدنيا فإنه لا خير له فيه بالكلية لأنه لاتقع في ذلك لصاحبه لما يترتب عليه من الإثم فيه
ولا لغيره
“Barangsiapa yang berpuasa, shalat, dan berzikir kepada Allah demi tujuan duniawi, maka amalan itu tidak mendatangkan kebaikan baginya sama sekali. Seluruh amal tersebut tidak bermanfaat bagi pelakunya dikarenakan mengandung dosa (riya), dan (tentunya amalan itu) tidak bermanfaat bagi orang lain.”[2]
Kemudian, Anda tidak akan mampu memperoleh keinginan anda dari manusia yang menjadi tujuan riya yang telah anda lakukan, yaitu agar mereka memuji anda. Bahkan mereka akan mencela anda, menyebarkan keburukan anda di tengah-tenah mereka, dan tumbuhlah kebencian di hati mereka kepada anda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
من يراء يراء الله به
“Barangsiapa yang berbuat riya, maka Allah akan menyingkap niat busuknya itu di hadapan manusia” (HR. Muslim).
Demikianlah akibat orang yang riya. Namun, apabila anda mengikhlaskan amal kepada-Nya, niscaya Allah dan makhluk akan mencintaimu. Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah[911] akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih saying (kecintaan)” (Maryam: 96).
- Ingatlah Anda Sendirian di Dalam Kubur
صدق التأهب للقاء الله من أنفع ما للعبد وأبلغه في حصول استقامته فإن من استعد للقاء الله انقطع قلبه عن الدنيا وما فيها ومطالبها
["Persiapan yang benar untuk bertemu dengan Allah merupakan salah satu faktor yang paling bermanfaat dan paling ampuh bgi hamba untuk merealisasikan keistiqamahan diri. Karena setiap orang yang mengadakan persiapan untuk bertemu dengan-Nya, hatinya akan terputus dari dunia dan segala isinya."][3]
Diterjemahkan dari Khutuwaat ilas Sa’adah karya Dr. Abdul Muhsin Al Qasim (Imam dan Khatib Masjid Nabawi serta Hakim di Pengadilan Umum).
Buaran Indah, Tangerang, 1 Rajab 1431 H.
Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim
Artikel www.muslim.or.id
[1] Shaidul Khatir hlm. 251
[2] Jami’ul ‘Ulum wal Hikam 1/67.
[3] Thariqul Hijratain hlm. 297.
TIADA MENDAKI DAN MATI
Terbentang
asamu di layar langit dan kau paksakan kepalamu mendongak ke angkasa.
Kau paksakan tanganmu seimbangkan goyang tubuhmu di bumi. Kau bukan si
pandir hendak menjilati kabut atau si pendek hendak mencolek puncak
bukit dari kakinya.
Tamu-tamu itu kau tuangkan air untuk
mereka dari teko kecil ke dalam gelas-gelas kaca. Sekilas kau intip
mereka dari sudut kelopak. Kau tahu tamu-tamu itu begitu agung. Dan kau
sematkan asa dalam paduan warna air yang tertuang.
Tuangan
asamu takkan terjun seterjunnya air terjun ke bawah. Kau fahami asamu
membumbung tinggi di angkasa. Kau tuangkan ke atas asa-asa. Dan setiap
hari tamu-tamu silih berganti rutin menjelma. Kau tahu mereka begitu
agung. Matahari bertamu tuk terangkan lukisan langit; bulan bertamu tuk
izinkan matamu mengintip masih melayangnya asa; bintang-bintang
terkadang menjelma menjadi titik-titik sunyi di baliknya.
Bangunlah!
Kau layak fahami asamu lebih agung dari yang bertamu. Mereka hadir
untukmu. Dan kau tidak hadir untuk mereka. Kenapa ternyata kau selipkan
doamu pada mereka!?
Kau masih paksakan kepalamu mendongak
ke angkasa; berharap sejuta...tanpa seikat doa; kau kan sampai pada
labuhan mimpimu. Dan zaman terus berpacu secepat kecewamu yang berlari
terlepas talinya dari jemari-jemari doa.
Kau masih
paksakan kepalamu merunduk ke pusara; berputus sejuta asa...dengan
segunung dosa; kau takkan sampai pada ujung hasratmu. Dan tanah terus
mengeras sekeras tekadmu dulu; ketika kau masih mampu mengarang
syair-syair.
Mereka masih tertulis...kan kutulis kembali di pelepah asamu...yang juga terkubur oleh rasa simpatiku padamu.
Keutamaan Sifat Qona’ah
Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
“Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian
mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya
sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah berikan
kepadanya”[1].
Hadits yang mulia menunjukkan besarnya keutamaan
seorang muslim yang memiliki sifat qanaa’ah[2], karena dengan itu semua
dia akan meraih kebaikan dan keutamaan di dunia dan akhirat, meskipun
harta yang dimilikinya sedikit[3].
Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
- Arti qanaa’ah adalah merasa ridha dan cukup dengan pembagian rizki yang Allah Ta’ala berikan[4].
- Sifat qana’ah adalah salah satu ciri yang menunjukkan kesempurnaan
iman, karena sifat ini menunjukkan keridhaan orang yang memilikinya
terhadap segala ketentuan dan takdir Allah, termasuk dalam hal pembagian
rizki. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan
merasakan kemanisan (kesempurnaan) iman, orang yang ridha kepada Allah
Ta’ala sebagai Rabb-nya dan islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasulnya”[5].
Arti
“ridha kepada Allah sebagai Rabb” adalah ridha kepada segala perintah
dan larangan-Nya, kepada ketentuan dan pilihan-Nya, serta kepada apa
yang diberikan dan yang tidak diberikan-Nya[6].
- Yang dimaksud
dengan rizki dalam hadits ini adalah rizki yang diperoleh dengan usaha
yang halal, karena itulah yang dipuji dalam Islam[7].
- Arti
sabda beliau: “…yang secukupnya” adalah yang sekedar memenuhi kebutuhan,
serta tidak lebih dan tidak kurang[8], inilah kadar rizki yang diminta
oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Allah untuk
keluarga beliau , sebagaimana dalam doa beliau: “Ya Allah, jadikanlah
rizki (yang Engkau limpahkan untuk) keluarga (Nabi) Muhammad
(shallallahu ‘alaihi wa sallam) Quutan“[9]. Artinya: yang sekedar bisa
memenuhi kebutuhan hidup/seadanya[10].
- Rasululah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya
kemewahan dunia (harta), akan tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah
kekayaan (kecukupan) dalam jiwa (hati)”[11].
- Dalam hadits
lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “…Ridhahlah
(terimalah) pembagian yang Allah tetapkan bagimu maka kamu akan menjadi
orang yang paling kaya (merasa kecukupan)”[12].
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
Kota Kendari, 29 Jumadal ula 1432 H
Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA
Artikel www.muslim.or.id
[1] HSR Muslim (no. 1054).
[2] Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” tulisan imam an-Nawawi (7/145).
[3] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (4/508).
[4] Ibid.
[5] HSR Muslim (no. 34).
[6] Lihat kitab “Fiqhul asma-il husna” (hal. 81).
[7] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (4/508).
[8] Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” (7/145) dan “Faidhul Qadiir” (4/508).
9 HSR al-Bukhari (no. 6095) dan Muslim (no. 1055).
[10] Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” (7/146).
11 HSR al-Bukhari (no. 6081) dan Muslim (no. 120).
[12] HR at-Tirmidzi (no. 2305) dan Ahmad (2/310), dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani.
Tunjukkan gigimu jangan hina giginya !!
Ingat kawan, virus amalan ikhlas adalah Riya', virus menyampaikan da'wah adalah mengumpat, dan mencaci maki,..
Sebuah kebenaran memang pahit, pahit saat menyampaikan, pahit saat diterima dan pahit pula saat dibantah, ..
So.. targetnya adalah sampainya perkara kebenaran itu..
dan ketergelinciran kita adalah menjadi ajang saling unjuk gigi dan ejek gigi :
"nih gigi saya yang bagus .. " >> ini masih sah, karena dengan
sambil nyengir kita menunjukkan bukti yang nyata bahwa gigi kita memang
bagus ..
"Tuh gigi lo reges, bau tengik, item, ihh jorok
banget sih lo, masa punya gigi jelek gitu kagak nyadar ?" >> Nah
ini bukan lagi unjuk gigi tapi ngejek gigi orang,... dengan kata lain
berujung menghina gigi orang..
Jadi tunjukkan gigimu, jangan hina gigi orang .. semoga mengerti ..
sajakku
Kisah kita telah menjadi sajak..
bermula dirimbun hutan dan sepasang jam di tangan
masih ku hitung rindu di gerak waktu
lalu tangispun berserak saat tebuka nyata
rasa itu ku simpan sejak dulu
... aku baca perjalanan pada setiap kenang,
kupahami kesedihan itu, saat mata ini menangis, hujan jugakah dihatimu?
aku mencintaimu dalam bisu..
diam jugakah bahasamu?
Namun Aku harus membentang kembali kisah,
bait ini telah kujabarkan di tiap malam,
dan cerita di balik kenyataan tergenggam
di hening ini namamu ku puisikan
Kadang kelu bibir ingin mengutarakan
seketika itu jua tafsirku menyelatankan igauku
namamu tak bisa ku eja karena terlalu indah huruf yang harus kubaca
lalu kau, lalu aku, menandatangani penantian dengan kasih
bulir bening ini tak akan cukup menggantikan
karena rasaku padamu, terlalu indah tuk bisa ku bahasakan
kadang jerit ini tak akan sanggup menjelaskan
karena bagiku, bagimu cinta ini lebih indah tanpa harus kita ucapkan
masih ku hitung waktu...
masih ku baca rindu
masih ku tahan rasa tanpa bicara
dan masih ku simpan indah tentang cinta untukmu
masih ku tata rapi harap memuisikan namamu indah kelak di hatiku
meski bukan saat ini ku bacakan sajakku ini
karena puisi indahku adalah mencintaimu dalam diam
Hak-Hak dalam Pershahabatan
Saudaraku yang semoga dirahmati Allah. Sungguh persahabatan merupakan
suatu karunia dari Allah Ta’ala. Sebagaimana firman Allah yang
artinya,“Lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang
bersaudara” (Ali Imron : 103). Ini adalah nikmat Allah yang sangat
agung. Maka seharusnya kita menjaganya dengan memperhatikan hak-hak di
antara sahabat. Pembahasan berikut, berisi sebagian hak-hak persahabatan
yang seharusnya diperhatikan oleh orang-orang yang mengikat tali
tersebut.
Bersahabatlah karena Allah
Ingatlah wahai
saudaraku -semoga Allah menunujuki kita untuk taat kepada-Nya-, bahwa
tujuan kita bersahabat adalah senantiasa untuk mengaharap ridho Allah
Ta'ala. Dan janganlah sekali-kali persahabatan tersebut dijadikan untuk
mendapatkan kepentingan dunia semata.
Persahabatan yang
dilandaskan saling cinta karena Allah itulah yang akan mendapatkan
manisnya iman, sebagaimana Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam
bersabda yang artinya,"Ada tiga perkara yang apabila seseorang
memilikinya akan mendapatkan manisnya iman, yaitu Allah dan Rosul-Nya
lebih dia cintai daripada selain keduanya, dia mencintai seseorang
tidaklah dia mencintainya kecuali karena Allah, dan dia tidak suka
kembali kepada kekufuran setelah Allah membebaskan darinya sebagaimana
ia tidak suka dilemparkan ke dalam api." (HR. Bukhari)
Di
samping itu, persahabatan seperti inilah yang akan kekal hingga hari
kiamat nanti, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman yang
artinya,"Teman-teman akrab pada hari (kiamat) nanti sebagiannya menjadi
musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa."(QS. Az
Zukhruf : 67).
Imam Ibnu Katsir rohimahulloh mengatakan bahwa
setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada
hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali
persahabatannya dilandasi cinta karena Allah ‘azza wa jalla, inilah yang
kekal selamanya. (Tafsir Ibnu Katsir)
Maka perhatikanlah wahai
saudaraku, sudah benarkah niat kita dalam bersahabat?! Apakah
persahabatan tersebut hanya untuk menyelesaikan urusan duniawi semata?!!
Setelah urusan tersebut selesai, kita meninggalkan sahabat kita!!
Ingatlah, persahabatan yang benar adalah persahabatan yang dilandasi
cinta karena Allah, yaitu seseorang mencintai sahabatnya karena tauhid
yang dia miliki, pengagungan dia kepada Allah, dan semangatnya dalam
mengikuti sunnah Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam.
Berbuat Itsar-lah pada Sahabatmu
Di antara hak terhadap sesama yang dianjurkan adalah mendahulukan
sahabatnya dalam segala keperluan (baca : itsar) dan perbuatan ini
dianjurkan (mustahab).
Perhatikanlah firman Allah Ta'ala yang
artinya,"Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri
mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan" (QS. Al Hasyr : 9).
Kaum Anshor yang terlebih dahulu menempati kota Madinah, mereka
mendahulukan saudara mereka dari kaum Muhajirin dalam segala keperluan,
padahal mereka sendiri membutuhkannya.
Sungguh sangat
menakjubkan, seorang sahabat Anshor yang memiliki dua istri ingin
menceraikan salah satu istrinya. Kemudian setelah masa 'iddahnya
berakhir dia ingin menikahkannya dengan sahabatnya dari kaum muhajirin.
Adakah bentuk itsar yang lebih daripada ini?!! (Aysarut Tafaasir, Syaikh
Abu Bakr Jabir Al Jazairi)
Perbuatan itsar ini hanya berlaku
untuk urusan duniawi (seperti mendahulukan saudara kita dalam makan dan
minum). Sedangkan dalam masalah ketaatan (perkara ibadah), perbuatan ini
terlarang. Karena maksud dari ibadah adalah pengagungan kepada Allah
Ta’ala. Maka barangsiapa yang mendahulukan saudaranya dalam hal ini,
berarti dia telah meninggalkan pengagungan terhadap Allah Ta’ala yang
dia sembah. Oleh karena itu, kita tidak diperbolehkan mendahulukan
saudara kita (itsar) untuk menempati shaf pertama dalam sholat
berjama’ah, sedangkan kita di shaf belakang. (Lihat Al Wajiz fii Iidhohi
Qowa’id Al Fiqhi Al Kulliyati)
Bantulah Sahabatmu yang Berada dalam Kesulitan
Misalnya ada saudara kita yang membutuhkan bantuan pinjaman uang. Maka
berusahalah untuk menolongnya dengan memberi pinjaman hutang padanya.
Karena pemberian hutang yang pertama kali merupakan kebaikan. Sedangkan
pemberian hutang kedua kalinya adalah sedekah. Sebagaimana dalam hadits
riwayat Ibnu Majah, Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda
yang artinya,"Barangsiapa yang memberi hutang kepada saudaranya kedua
kalinya, maka dia seperti bersedekah padanya.”
Jagalah Kehormatan Sahabatmu
Wahai saudaraku, jagalah kehormatan sahabatmu, karena Rasulullah
shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda pada khutbah ketika haji Wada'
yang artinya,"Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan
kalian adalah haram." (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya).
Di
antara bentuk menjaga kehormatan saudara kita adalah menjaga rahasianya
yang khusus diceritakan pada kita. Rahasia tersebut adalah amanah dan
kita diperintahkan oleh Allah untuk selalu menjaga amanah. Rasulullah
shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya,"Apabila seseorang
membicarakan sesuatu padamu, kemudian dia menoleh kanan kiri, maka itu
adalah amanah."(HR. Abu Daud dalam sunannya). Perbuatan seperti ini saja
dilarang, apalagi jika sahabatmu tersebut memintamu untuk tidak
menceritakannya pada orang lain. Maka yang demikian jelas lebih
terlarang. (Huququl Ukhuwah, Syaikh Sholeh Alu Syaikh).
Semoga
dengan mengamalkan hak-hak ini, kita akan menjadi orang-orang yang akan
mendapatkan naungan Allah di akherat kelak, di mana tidak ada naungan
kecuali naungan-Nya. Amin.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Langganan:
Komentar (Atom)
