Entri Populer

Kamis, 29 November 2012

Allahu Akbar … Ternyata Rasulullah SAW Masih Hidup sampai Sekarang!!


a

Penjelasan bahwa Rasulullah Muhammad saw masih hidup setelah kewafatannya saya kutipkan dari kitab Tanwirul Halak karya Imam Suyuti. Berikut kutipan dari Kitab Tanwirul Halak: Imam al-Baihaqi telah membahas sepenggal kehidupan para nabi. Ia menyatakan dalam kitab Dalailun Nubuwwah“Para nabi hidup di sisi Tuhan mereka seperti para syuhada.”

Menakjubkan: Perahu Nabi Nuh AS Telah Ditemukan Melalui Penelitian Ilmiah (revised and completed)


Menakjubkan: Perahu Nabi Nuh AS Telah Ditemukan Melalui Penelitian Ilmiah (revised and completed)

Umat Nabi Nuh AS yang ditenggelamkan oleh Allah SWT karena kedurhakaannya menolak seruan Nabi Nuh untuk menyembah Allah SWT seperti dikisahkan dalam Al-Qur’an, sudah ditemukan bukti kebenarannya secara ilmiah. Kisah Nuh ini terdapat tiga kitab suci: Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dalam Injil disebutkan di Gunung Ararat, Al-Qur’an menyebutnya Gunung Judi, dan masyarakat setempat menamakannya Gunung Agri, semuanya merujuk pada tempat yang sama. Al-Qur’an tidak bicara detail ttg perahu Nuh, hanya menjelaskan kisah pembangkangan umatnya, ditenggelamkannya dan pelajarannya yang harus diambil. Sejak tahun 1949, sudah ditemukan lokasinya dan kemudian dilakukan penggalian oleh penelitian tim antropolog yang dipimpin oleh Prof. Ron Wyatt di Turki sejak tahun 1977. Ini adalah sebagian foto-fotonya. ENJOY IT!! (Moef)______

Subhanallaah, NASA Membenarkan Matahari Akan Terbit dari Barat!!


Kebenaran ajaran Islam terus-menerus dibuktikan oleh penemuan demi penemuan ilmu pengetahuan. 1.400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW sudah menyatakan dalam haditsnya bahwa kelak matahari akan terbit dari Barat sebagai bukti keagungan Allah SWT dan ciri-ciri kiamat sudah semakin dekat: ““Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).
Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat. Ini sesuai dan dibenarkan oleh peneliti NASA dalam artikelnya dibawah. Dari Ibn ‘Abbas, “Maka Ubai bin Ka’ab berkata: “Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?” Rasulullah menjawab: “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat.” (Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha).

Senin, 10 September 2012

contoh soal dan jawaban GLB dan GLBB


Soal no.1


Setelah dihidupkan, Sebuah mobil bergerak dengan percepatan 2m/s2. Setelah berjalan selama 20 s, mesin mobil mati dan berhenti 10 s kemudian. Berapa jarak yang ditempuh oleh mobil tersebut ? (GLBB)

Penyelesaian :
Sebelum mesin mobil mati
Vo = 0
a = 2 m/s2
t = 20 s
Vt = Vo + at
Vt = 0 + 2 . 20
Vt = 40 m/s2
Setelah mesin mobil mati
Vo = 40 m/s2
Vt = 0
t = 10s
Vt = Vo + at
Vt = 40 + a. 10
a = -4
S =Vo t + ½ a t2
S = 40. 10 + ½ (-4) .102
S = 200 m
Jadi, mobil tersebut telah menempuh jarak sejauh 200m sejak mulai bergerak hingga berhenti menempuh jarak 200 m



SOAL NO.2
 Sebuah lokomotif mula-mula diam, kemudian bergerak dengan percepatan 2 m/s2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan ketika lokomotif menempuh jarak 900 m? (GLBB)
Penyelesaian :
Harga a = konstan, berarti benda melakukan gerak GLBB


Diketahui : Vo = 0 (diam)
S = 900 m
a = 2 m/2 S = Vo. t + ½ a.t2
900 = 0 + ½ (2). t2
t2 = 900 
t = 30 sekon


3. Kereta api Ladoya bergerak lurus beraturan pada rel lurus yogya-bandung sejauh 5 km dalam selang waktu 5 menit. (a) Hitunglah kecepatan kereta (b) berapa lama kereta itu menempuh jarak 50 km ?
Penyelesaian : 
(a) Pada soal di atas, diketahui perpindahan (s) = 5 km dan waktu tempuh (t) = 4 menit. Sebelum menghitung kecepatan, kita harus mengkonversi satuan sehingga sesuai dengan Sistem Internasional (SI). Terserah, mana yang ingin dikonversi, ubah menit ke jam atau km di ubah ke meter dan menit di ubah ke detik.
Misalnya yang di ubah adalah satuan menit, maka 4 menit = 0,07 jam.
Ingat bahwa pada GLB, kecepatan benda sama setiap saat, demikian juga dengan kecepatan rata-rata.
v = s / t = 5 km / 0,07 jam = 75 km/jam
(b) Untuk menghitung waktu, persamaan kecepatan di atas dibalik
t = s / v = 50 km / 75 km/jam = 0,67 jam = 40 menit.



SOAL NO.3
Setelah dihidupkan, Sebuah mobil bergerak dengan percepatan 2m/s2. Setelah berjalan selama 20 s, mesin mobil mati dan berhenti 10 s kemudian. Berapa jarak yang ditempuh oleh mobil tersebut ? (GLBB)

Penyelesaian :
Sebelum mesin mobil mati
Vo = 0
a = 2 m/s2
t = 20 s
Vt = Vo + at
Vt = 0 + 2 . 20
Vt = 40 m/s2
Setelah mesin mobil mati
Vo = 40 m/s2
Vt = 0
t = 10s
Vt = Vo + at
Vt = 40 + a. 10
a = -4
S =Vo t + ½ a t2
S = 40. 10 + ½ (-4) .102
S = 200 m
Jadi, mobil tersebut telah menempuh jarak sejauh 200m sejak mulai bergerak hingga berhenti menempuh jarak 200 m

Rabu, 04 Juli 2012

Teman dan Sahabat

Teman dan Sahabat

Ada satu perbedaan antara menjadi seorang kenalan dan menjadi seorang sahabat. Pertama, seorang kenalan adalah seorang yang namanya kau ketahui, yang kau lihat berkali-kali, yang dengannya mungkin kau miliki persamaan, dan yang disekitarnya kau merasa nyaman.

Ia adalah orang yang dapat kau undang ke rumahmu dan dengannya kau berbagi. Namun mereka adalah orang yang dengannya tidak akan kau bagi hidupmu, yang tindakan-tindakannya kadang-kadang tidak kau mengerti karena kau tidak cukup tahu tentang mereka. Sebaliknya, seorang sahabat adalah seseorang yang kau cintai.. Bukan karena kau jatuh cinta padanya, namun kau peduli akan orang itu, dan kau memikirkannya ketika mereka t idak ada.

Sahabat-sahabat adalah orang dimana kau diingatkan ketika kau melihat sesuatu yang mungkin mereka sukai, dan kau tahu itu karena kau mengenal mereka dengan baik. Mereka adalah orang-orang yang fotonya kau miliki dan wajahnya selalu ada di kepalamu.

Mereka adalah orang-orang yang kau lihat dalam pikiran mu ketika kau
mendengar sebuah lagu di radio karena mereka membuat dirimu berdiri
untuk menghampiri mereka dan mengajak berdansa dengan mereka atau
mungkin kau yang berdansa dengan mereka, mungkin mereka menginjak jari
kakimu, atau sekedar menempatkan kepala mereka di pundakmu.

Mereka adalah orang-orang yang diantaranya kau merasa aman karena kau
tahu mereka peduli terhadapmu. Mereka menelpon hanya untuk mengetahui apa kabarmu, karena sahabat sesungguhnya tidak butuh suatu alasanpun.

Mereka berkata jujur-pertama kali - dan kau melakukan hal yang sama. Kau
tahu bahwa jika kau memiliki masalah, mereka akan bersedia mendengar. Me reka adalah orang-orang yang tidak akan menertawakanmu atau menyakitimu, dan jika mereka benar-benar menyakitimu, dan jika mereka benar-benar menyakitimu, mereka akan berusaha keras untuk memperbaikinya.

Mereka adalah orang-orang yang kau cintai dengan sadar ataupun tidak. Mereka adalah orang-orang dengan siapa kau menagis ketika kau tidak diterima di perguruan tinggi dan selama lagu terakhir di pesta perpisahan kelas dan saat wisuda. Mereka adalah orang-orang yang pada saat kau peluk, kau tak
akan berpikir berapa lama memeluk dan siapa yang harus lebih
dahulu mengakhiri.

Mungkin mereka adalah orang yang memegang cincin pernikahanmu, atau orang yang mengantarkan / mengiringmu pada saat pernikahanmu, atau mungkin adalah orang yang kau nikahi.

Berapa GAJI PAPA?

RENUNGAN BUAT YANG SIBUK BERKARIR
Seperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di
Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,
Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD yang membukakan
pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.



"Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya Imron
memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan
berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang
keluarga, Imron menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya
berapa sih gaji Papa?"

"Lho, tumben, kok nanya gaji Papa? Mau min! ta uang lagi, ya?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja."
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam
dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari
kerja. Sabtu dan minggu libur, kadang sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji
Papa dalam satu bulan berapa, hayo?"

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju
kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.
"Kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam
Papa digaji Rp 40.000,- dong," katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,"perintah Rudi.
Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Imron kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp.5.000,- nggak?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa! minta uang malam-malam
begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah. "Tapi Papa..." Kesabaran
Rudi habis.
"Papa bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun
berbalik menuju, kamarnya.

Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron
di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya
sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata,
"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Imron". Buat apa sih minta uang
malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok'kan bisa. Jangankan Rp
5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih."

"Papa, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah
menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.
"Iya, iya, tapi buat apa?" tanya Rudi lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga.
Tiga puluh menit saja, mama sering bilang kalau waktu Papa itu sangat
berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, ada
Rp15.000,-. Tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp 40.000,-,
maka setengah jam aku harus ganti Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp
5.000,- . Makanya aku mau pinjam dari Papa," kata Imron polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu
erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, tern! yata limpahan
harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan
anaknya.

Jumat, 29 Juni 2012

kumpulan kata-kata mutiara

Setiap orang yangg salah dalam hidup kita mengajarkan kita satu hal: Hati yg kuat adalah hati yang sanggup memaafkan, bukan melupakan


Jangan mudah percaya pada seseorang yang berbicara bahwa dia merindukanmu, sampai kamu melihat seberapa besar usahanya untuk menemuimu.


Cinta harus berasal dari hati. Maka jika tidak dari hati, jangan pernah berucap bahwa kamu mencinta.


Uang menghasilkan uang, kreatifitas menghasilkan sumber uang.


Kemalasan adalah kebodohan tubuh, kebodohan adalah kemalasan pikiran. ~Unknown


Orang yg gagal membangun keluarganya tidak akan membangun apapun dikemudian hari.


Uang adalah budak dari Nilai tambah.


Jika Anda hanya memberikan 90% dari upaya Anda saat latihan, jgn berharap Anda dpt memberikannya 100% dlm pertandingan.


Pemimpin yg hebat bukan hny hadir disaat bawahannya melakukan kesalahan, tapi juga disaat bawahannya berprestasi.


Orang pintar itu biasa, orang hebat itu luar biasa, tapi orang beranilah pemenangnya.


Pujian itu bisa menjadi racun bila menerimanya, namun akan menjadi penawar bila kita memberikannya pada org lain.


Perubahan tidak pernah pilih kasih, kedatangannya hanya masalah waktu. Bersiaplah selalu!


Yang membedakan rezeki manusia bukan besar kecilnya, tapi pilihan utk bersyukur atau mengeluh.


Orang sukses tidak memiliki lidah seorang pengacara, tapi telinga seorang murid.

Lebih Indah

Saat ku tenggelam dalam sendu
Waktupun enggan untuk berlalu
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapapun itu

Semakin ku lihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat ku melihat senyummu

Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku

Kini ku ingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
Kan ku petik satu untukmu

Kaulah yang terbaik untukku
Ku percayakan seluruh hatiku padamu
Kasihku satu janjiku kaulah yang terakhir bagiku

Sabtu, 23 Juni 2012

Puisi Negeri Para Bedebah

Puisi Negeri Para Bedebah
Karya:Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah 
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa 
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah 
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah? 
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah 
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah 
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah 
Orang baik dan bersih dianggap salah 
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan 
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah 
Karena hanya penguasa yang boleh marah 
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah 
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah 
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum 
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah 
Usirlah mereka dengan revolusi 
Bila tak mampu dengan revolusi, 
Dengan demonstrasi 
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi 
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

Untukmu Wahai Bidadari


Aku tahu!! Bidadari Tak Turun ke Bumi

Mentari dan rembulan silih berganti

Bersamanya. . . berlewat kesedihan dan kesusahan hati

Kebahagiaan dan suka cita pun berlalu hari

Melalui hidup dari merangkak hingga berlari

Usiaku telah muda kini . . .

Hingga hatiku mulai merindukan bidadari . . .



Namun, ku tahu . . .

Bidadari tak turun ke bumi

Maka aku pun bertanya . . .

Apa yang bisa aku cari?

Apa yang tersedia di bumi?

Sebagai tambatan yang menentramkan hati . . .



Hari-hari berlalu tak terasa seperti dulu lagi . . .

Semakin lama terdesak untuk segera mendapati

Berdetak semakin kencang jiwa ini . . .

Tapi, ada sebuah jawaban yang pasti . . .

Wanita sholehah itu adalah yang dinanti . .

Membahagiakan serta menetrami . . .



Tapi Aku ingat mereka bukanlah bidadari

Terkadang melapangi kadang pula membebani

Terkadang melayani kadang pula menjadi-jadi

Terkadang menghibur hati kadang pula menyakiti



Hmm . . .

Bisa jadi mereka lebih dari bidadari

Sebab ketundukan mereka pada perkara syar’i

Sebab syukur mereka atas rizki

Sebab sabar mereka atas tindakan suami

Sebab santun mereka yang menentramkan hati

Sebab kelembutan mereka yang menyejuki

Sebab keteguhan mereka menjaga kehormatan diri . . .

Merekalah wanita sholehah dari para istri

Mereka lebih dari bidadari . . .

Karena kesetiaan mereka menemani

Di dunia dan di syurga nanti . . .

Aamiiiiin

PERNYATAAN PARA ANJING

 Untuk menambah rasa benci kepada mereka, anjing-anjing terhina di dunia yang telah menghancurkan Palestina dan merobohkan daya pemuda Islami lewat budaya dan media, kami kutip beberapa pernyataan yang semoga dapat mengunus kembali pedang kebencian kita terhadap mereka.

Berikut adalah sejumlah pernyataan mereka yang masyhur:

  1. “I don't know something called International Principles. I vow that I'll burn every Palestinian child (that) will be born in this area. The Palestinian woman and child is more dangerous than the man, because the Palestinian childs existence infers that generations will go on, but the man causes limited danger. I vow that if I was just an Israeli civilian and I met a Palestinian I would burn him and I would make him suffer before killing him. With one hit I've killed 750 Palestinians (in Rafah in 1956). I wanted to encourage my soldiers by raping Arabic girls as the Palestinian woman is a slave for Jews, and we do whatever we want to her and nobody tells us what we shall do but we tell others what they shall do.
    (Ariel Sharon, In an interview with General Ouze Merham, 1956)

    Ariel Sharon
    "Saya (anjing) tidak tahu apa itu Asas/Prinsip International. Saya (anjing) berjanji akan membakar setiap anak Palestina yang dilahirkan di area ini. Wanita dan anak Palestina lebih berbahaya daripada pria dewasanya, karena keberadaan anak-anak Palestina menunjukkan generasi-generasi yang terus tumbuh, sedangkan pria-pria Palestina yang dewasa hanya menyebabkan bahaya yang terbatas. Saya (anjing) berjanji bahwa jika saya adalah seorang warga Israel dan bertemu dengan seorang Palestina, saya (sebagai anjing) akan membakarnya dan membuatnya tersiksa sebelum membunuhnya. Dengan satu pukulan saya (anjing) telah membunuh 750 Palestinian (di Rafah pada tahun 1956). Saya (anjing) menganjurkan pasukan-pasukan (anjing) saya untuk memperkosa gadis-gadis Arab sebagaimana wanita Palestina adalah budak bagi Yahoodi. Dan kami (para anjing) melakukan apapun yang kami (para anjing) inginkan padanya. Tak satupun orang (boleh) berucap kepada kami (para anjing) apa yang harus kami (para anjing) lakukan tapi kami (para anjing)katakan pada mereka."
    (Ariel Anjing Sharon, dalam sebuah wawancara dengan Jendral Ouze Merha, 1956)

  2. Ariel Sharon, makhluk terkutuk yang sangat hina
  3. "The Palestinians are like crocodiles, the more you give them meat, they want more..."
    (Ehud Barak, Prime Minister of Izrael at the time - August 28, 2000. Reported in the Jerusalem Post August 30, 2000)

    "Orang-orang Palestina itu seperti buaya, semakin engkau memberi mereka daging, mereka semakin ingin..."
    (Ehud Berak, Perdana Menteri Izrael saat itu, 28 Agustus 2000. Direport oleh Jerusalem Post tanggal 30 Agustus 2000)


  4. "There was no such thing as Palestinians, they never existed."
    (Golda Meir Izraeli Prime Minister June 15, 1969)

    "Tidak ada yang namanya orang-orang Palestina, mereka tidak pernah ada."
    (Goldanc** Meir, Perdana Menteri Izrael, 15 Juni 1969)


  5. "Every time we do something you tell me America will do this and will do that . . . I want to tell you something very clear: Don't worry about American pressure on Izrael. We, the J*wish people, control America, and the Americans know it."
    (Izraeli Prime Minister, Ariel Sharon, October 3, 2001, to Shimon Peres, as reported on Kol Yisrael radio)

    "Ketika kami (para anjing) melakukan sesuatu kau katakan pada saya (anjing) Amerika akan melakukan ini dan itu...Saya (anjing) katakan padamu sesuatu yang sangat jelas: Jangan cemaskan tentang tekanan Amerika pada Izrael. Kami (para anjing, sekaligus) makhluk Yahoodi, menguasai Amerika, dan orang-orang Amerika tahu itu."
    (Perdana Menteri Izrael, Ariel Anjing Sharon, 3 Oktober 2001, kepada Shimon Julia Perez, sebagaimana di-report di radio Kol Yizrael)


  6. "We should prepare to go over to the offensive. Our aim is to smash Lebanon, Trans-Jordan, and Syria. The weak point is Lebanon, for the Moslem regime is artificial and easy for us to undermine. We shall establish a Christian state there, and then we will smash the Arab Legion, eliminate Trans-Jordan; Syria will fall to us. We then bomb and move on and take Port Said, Alexandria and Sinai."
    (David Ben-Gurion, May 1948, to the General Staff. From Ben-Gurion, A Biography, by Michael Ben-Zohar, Delacorte, New York 1978)

    "Kami (para anjing) harus bersiap-siap menyerang. Tujuan kami (para anjing) adalah mendepak Libanon, Jordania dan Suriah. Titik yang buruk adalah Libanon, karena rezim Muslim di sana palsu dan mudah bagi kami (para anjing) meruntuhkannya. Kami (para anjing) akan membangun sebuah negara Kristen di sana, dan kemudian kami (para anjing) akan mendepak pasukan Arab, melenyapkan Jordania; Suriah akan jatuh ke tangan kami (para anjing). Kemudian kami (para anjing) membom, bergerak dan merengkuh Pelabuhan Said, Alexandria dan Sinai."
    (David Ben-dot-Gurion, Mei 1948, ke Staf Jendral.)


  7. "The United States has an absolute, uncompromising commitment to Izrael's security and an absolute conviction that Izrael alone must decide the steps necessary to ensure that security. That is Izrael's prerogative. We accept that. We endorse that. Whatever Izrael decides cannot, will not, will never, not ever, alter our fundamental commitment to her security."
    (Al Gore, 18 May 2000)

    "USA memiliki sebuah komitmen absolute dan tanpa kompromi kepada keamanan Izrael dan sebuah keyakinan pasti bahwa Izrael sendiri harus menentukan langkah-langkah penting untuk menjamin keamanan tersebut. Ini adalah hak istimewa Izrael. Kami (para anjing) menerimanya. Kami (para anjing) mengabsahkannya. Apapun yang Israel tentukan tidak bisa, takkan pernah mengubah komitmen dasar kami (para anjing) kepada keamanannya."
    (Al Gorengan, 18 Mei 2000)


  8. "I first visited Izael in 2000. I already then felt that I am returning home despite the fact that this was a place I never visited. I have a deep affinity with Izrael. I have always admired the history of the State of Izrael and the hardness and determination of the people that founded it. ... I am also the daughter of a Presbyterian minister and was brought up on the very moving stories of the Holy Land. They mean a lot to me. When I first visited Mt. Olives, Lake Kinneret, Jerusalem, I felt a very deep emotional experience."
    (Condoleezza Rice, May 2003)

    "Pertama kali saya (anjing) mengunjungi Izrael pada tahun 2000, saya merasa pulang ke (kandang) rumah padahal faktanya saya (anjing) belum pernah mengunjunginya sebelumnya. Saya (sebagai anjing) memiliki ketertarikan yang dalam pada Izrael. Saya (anjing) selalu menghormati sejarat negara Izrael, kesukaran dan determinasi orang-orang (anjing-anjing) yang membentuknya....Saya pun adalah seorang anak (anjing) dari pendeta gereja Presbyterian dan mendengar cerita-cerita tetang Tanah Suci. Cerita-cerita (dongeng) tersebut sangat berarti buat saya (sebagai anjing). Ketika pertama kali saya kunjungi Mt. Olives, Danau Kinneret, Yerusalem, saya (anjing) merasakan pengalaman emosional yang sangat dalam."
    (Condoleezza Nasi, Mei 2003)

Rabu, 20 Juni 2012

AQIDAH: Bagaimana Saya Bisa Ikhlas di Setiap Amal?


Ketahuilah setan akan senantiasa menggoda manusia untuk merusak amal shalihnya. Dengan demikian, seorang mukmin akan senantiasa berjihad dengan musuhnya, iblis sampai dia menemui Rabb-nya di atas keimanan kepada-Nya dan keikhlasan di setiap amal yang dikerjakannya. Di antara faktor yang dapat mendorong seorang untuk berlaku ikhlas adalah sebagai berikut,
  • Berdo’a
Hidayah berada di tangan Allah dan hati para hamba berada di antara dua jari Allah, Dia membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya. Oleh karena itu, mohonlah perlindungan kepada-Nya, Zat yang ditangan-Nya-lah hidayah berada, tampakkanlah hajat dan kefakiranmu kepada-Nya. mintalah selalu kepada-Nya agar Dia memberikan keikhlasan kepadamu. Do’a yang sering dipanjatkan oleh Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu adalah do’a berikut,

اللهم اجعل عملي كلها صالحا, واجعله لوجهك خالصا, و لا تجعل لأحد فيه شيئا

“Ya Allah, jadikanlah seluruh amalku sebagai amal yang shalih, Ikhlas karena mengharap Wajah-Mu, dan janganlah jadikan di dalam amalku bagian untuk siapapun.”
  • Menyembunyikan Amal
Amal yang tersembunyi -dengan syarat memang amal tersebut patut disembunyikan-, lebih layak diterima di sisi-Nya dan hal tersebut merupakan indikasi kuat bahwa amal tersebut dikerjakan dengan ikhlas.

Seorang mukhlis yang jujur senang menyembunyikan berbagai kebaikannya sebagaimana dia suka apabila keburukannya tidak terkuak. Hal ini sebagaimana diutarakan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ الإِمَامُ الْعَادِلُ ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِى الْمَسَاجِدِ ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِى اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّى أَخَافُ اللَّهَ . وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ
تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah ta’ala dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya. mereka adalah seorang pemimpin yang adil; seorang pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah; seorang pria yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul dan berpisah di atas kecintaan kepada-Nya; seorang pria yang diajak (berbuat tidak senonoh) oleh seorang wanita yang cantik, namun pria tersebut mengatakan, “Sesungguhnya saya takut kepada Allah”; seorang pria yang bersedekah kemudian dia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu aa yang telah disedekahkan oleh tangan kanannya; seorang pria yang mengingat Allah dalam keadaan sunyi dan air matanya berlinang.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Bisyr ibnul Harits mengatakan, “Janganlah engkau beramal untuk diingat. Sembunyikanlah kebaikan sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan.

Shalat nafilah yang dikerjakan pada malam hari lebih utama daripada shalat sunnah pada siang hari, demikian pula beristighfar di waktu sahur daripada waktu selainnya, dikarenakan pada saat itu merupakan waktu yang lebih mendukung untuk menyembunyikan dan mengikhlaskan amal.”
  • Melihat Amal Orang Shalih yang Berada di Atasmu
Janganlah Anda memperhatikan amalan orang yang sezaman denganmu, yaitu orang berada di bawahmu dalam hal berbuat kebaikan. Perhatikan dan jadikanlah para nabi dan orang shalih terdahulu sebagai panutan anda. Allah ta’alaberfirman,

أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ قُلْ لا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرَى لِلْعَالَمِينَ

“Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran). Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh umat.” (Al An’am: 90).

Bacalah biografi para ulama, ahli ibadah, dan zuhhad (orang yang zuhud), karena hal itu lebih mampu untuk menambah keimanan di dalam hati.
  • Menganggap Remeh Amal
Penyakit yang sering melanda hamba adalah ridha (puas) dengan dirinya. Setiap orang yang memandang dirinya sendiri dengan pandangan ridha, maka hal itu akan membinasakannya. Setiap orang yang ujub akan amal yang telah dikerjakannya, maka keikhlasan sangat sedikit menyertai amalannya, atau bahkan tidak ada sama sekali keikhlasan dalam amalnya, dan bisa jadi amal shalih yang telah dikerjakan tidak bernilai.

Sa’id bin Jubair mengatakan, Seorang bisa masuk surga berkat dosanya  dan seorang bisa masuk neraka berkat kebaikannya. Maka ada yang bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Sa’id menjawab, “Pria tadi mengerjakan kemaksiatan namun dirinya senantiasa takut akan siksa Allah atas dosa yang telah dikerjakannya, sehingga tatkala bertemu Allah, Dia mengampuninya dikarenakan rasa takutnya kepada Allah. Pria yang lain mengerjakan suatu kebaikan, namun dia senantiasa ujub (bangga) dengan amalnya tersebut, sehingga tatkala bertemu Allah, dia pun dimasukkan ke dalam neraka Allah.”
  • Khawatir Amal Tidak Diterima
Anggaplah remeh setiap amal shalih yang telah anda perbuat. Apabila anda telah mengerjakannya, tanamkanlah rasa takut, khawatir jika amal tersebut tidak diterima. Diantara do’a yang dipanjatkan para salaf adalah,

اللهم إنا نسألك العمل الصالح و حفظه

“Ya Allah kami memohon kepada-Mu amal yang shalih dan senantiasa terpelihara.”

Diantara bentuk keterpeliharaan amal shalih adalah amal tersebut tidak disertai dengan rasa ujub dan bangga dengan amal tersebut, namun justru amal shalih terpelihara dengan adanya rasa takut dalam diri seorang bahwa amal yang telah dikerjakannya tidak serta merta diterima oleh-Nya. Allah ta’ala berfirman,

وَلا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. dan Sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.” (An Nahl: 92).

Ibnu Katsir mengatakan, ["Mereka menunaikan sedekah, namun hati mereka takut dan khawatir, bahwa amalan mereka tidak diterima di sisi-Nya. mereka takut karena (sadar) mereka tidak menunaikan syarat-syaratnya secara sempurna. Imam Ahmad dan Tirmidzi telah meriwayatkan hadits dari Ummul Mukminin, 'Aisyah radhiallahu 'anhu. Dia bertanya kepada rasulullah, "Wahai rasulullah, mengenai ayat,

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka." (Al Mukminun: 60).

Apakah mereka yang tersebut dalam ayat itu adalah orang-orang yang melakukan tindak pencurian, perzinaan, dan meminum khamr, karena mereka takut kepada Allah (atas kemaksiatan yang telah dikerjakannya)? Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun menjawab, "Bukan, wahai putri ash Shiddiq. Akan tetapi, mereka adalah orang yang menunaikan shalat, puasa, dan sedekah, namun mereka khawatir apabila amalan tersebut tidak diterima oleh-Nya." Keikhlasan memerlukan mujadahah (perjuangan) yang dilakukan sebelum, ketika, dan setelah beramal.]
  • Tidak Terpengaruh Perkataan Manusia atas Amalan yang Telah Dikerjakan
Seorang yang diberi taufik oleh Allah ta’ala tidaklah terpengaruh oleh pujian manusia apabila mereka memujinya atas kebaikan yang telah dilakukannya. Apabila dia mengerjakan ketaatan, maka pujian yang dilontarkan oleh manusia hanya akan menambah ketawadhu’an dan rasa takut kepada Allah. Dia yakin bahwa pujian manusia kepada dirinya merupakan fitnah baginya, sehingga dia pun berdo’a kepada Allah ta’ala agar menyelamatkan dirinya dari fitnah tersebut. Dia tahu bahwa hanya Allah semata, yang pujian-Nya bermanfaat dan celaan-Nya semata yang mampu memudharatkan hamba.
Dia menempatkan manusia layaknya penghuni kubur yang tidak mampu memberikan manfaat kepada dirinya dan tidak mampu menolak bahaya dari dirinya. Ibnul Jauzi mengatakan,

أن ترك النظر إلى الخلق و محو الجاه من قلوبهم بالعمل و إخلاص القصد و ستر الحال هو الذي رفع من رفع

["Meninggalkan perhatian makhluk dan tidak mencari-cari kedudukan di hati mereka dengan beramal shalih, mengikhlaskan niat, dan menyembunyikan amal merupakan faktor yang mampu meninggikan derajat orang yang mulia."][1]
  •  Sadar bahwa Manusia Bukanlah Pemilik Surga dan Neraka
Apabila hamba mengetahui manusia yang menjadi faktor pendorong untuk melakukan riya akan berdiri bersamanya di padang Mahsyar dalam keadaan takut dan telanjang,dia akan mengetahui bahwasanya memalingkan niat ketika beramal kepada mereka tidaklah akan mampu meringankan kesulitan yang dialaminya di padang Mahsyar. Bahkan mereka akan mengalami kesempitan yang sama dengan dirinya.

Apabila anda telah mengetahui hal itu, niscaya anda akan mengetahui bahwamengikhlaskan amal adalah benar adanya, tidak sepatutnya amalan ditujukan kecuali kepada Zat yang memiliki surga dan neraka.

Oleh karena itu, seorang mukmin wajib meyakini bahwa manusia tidaklah memiliki surge sehingga mereka mampu memasukkan anda ke dalamnya. Demikian pula, mereka tidaklah mampu untuk mengeluarkan anda dari neraka apabila anda meminta mereka untuk mengeluarkan anda. Bahkan apabila seluruh umat manusia, dari nabi Adam hingga yang terakhir, berkumpul dan berdiri di belakang anda, mereka tidaklah mampu untuk menggiring anda ke dalam surge meski selangkah. Dengan demikian, mengapa anda mesti riya di hadapan mereka, padahal mereka tidak mampu memberikan apapun kepada anda?
“Barangsiapa yang berpuasa, shalat, dan berzikir kepada Allah demi tujuan duniawi, maka amalan itu tidak mendatangkan kebaikan baginya sama sekali. Seluruh amal tersebut tidak bermanfaat bagi pelakunya dikarenakan mengandung dosa (riya), dan (tentunya amalan itu) tidak bermanfaat bagi orang lain.”
Ibnu Rajab mengatakan,

من صلى وصام وذكر الله يقصد بذلك عرض الدنيا فإنه لا خير له فيه بالكلية لأنه لاتقع في ذلك لصاحبه لما يترتب عليه من الإثم فيه
ولا لغيره

Barangsiapa yang berpuasa, shalat, dan berzikir kepada Allah demi tujuan duniawi, maka amalan itu tidak mendatangkan kebaikan baginya sama sekali. Seluruh amal tersebut tidak bermanfaat bagi pelakunya dikarenakan mengandung dosa (riya), dan (tentunya amalan itu) tidak bermanfaat bagi orang lain.”[2]

Kemudian, Anda tidak akan mampu memperoleh keinginan anda dari manusia yang menjadi tujuan riya yang telah anda lakukan, yaitu agar mereka memuji anda. Bahkan mereka akan mencela anda, menyebarkan keburukan anda di tengah-tenah mereka, dan tumbuhlah kebencian di hati mereka kepada anda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

من يراء يراء الله به

“Barangsiapa yang berbuat riya, maka Allah akan menyingkap niat busuknya itu di hadapan manusia” (HR. Muslim).

Demikianlah akibat orang yang riya. Namun, apabila anda mengikhlaskan amal kepada-Nya, niscaya Allah dan makhluk akan mencintaimu. Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah[911] akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih saying (kecintaan)” (Maryam: 96).
  • Ingatlah Anda Sendirian di Dalam Kubur
Jiwa akan merasa tenang dengan mengingat perjalanan yang akan dilaluinya di akhirat. Apabila hamba meyakini bahwa dirinya akan dimasukkan ke dalam liang lahat sendiri, tanpa seorang pun menemani, dan tidak ada yang bermanfaat bagi dirinya selain amal shalih, dan dia yakin bahwa seluruh manusia,  tidak akan mampu menghilangkan sedikit pun, azab kubur yang diderita, maka dengan demikian hamba akan menyakini bahwa tidak ada yang mampu menyelematkannya melainkan mengkihlaskan amal kepada Sang Pencipta semata. Ibnul Qayyim mengatakan,

صدق التأهب للقاء الله من أنفع ما للعبد وأبلغه في حصول استقامته فإن من استعد للقاء الله انقطع قلبه عن الدنيا وما فيها ومطالبها

["Persiapan yang benar untuk bertemu dengan Allah merupakan salah satu faktor yang paling bermanfaat dan paling ampuh bgi hamba untuk merealisasikan keistiqamahan diri. Karena setiap orang yang mengadakan persiapan untuk bertemu dengan-Nya, hatinya akan terputus dari dunia dan segala isinya."][3]

Diterjemahkan dari Khutuwaat ilas Sa’adah karya Dr. Abdul Muhsin Al Qasim (Imam dan Khatib Masjid Nabawi serta Hakim di Pengadilan Umum).

Buaran Indah, Tangerang, 1 Rajab 1431 H.
Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim
Artikel www.muslim.or.id

[1] Shaidul Khatir hlm. 251

[2] Jami’ul ‘Ulum wal Hikam 1/67.
[3] Thariqul Hijratain hlm. 297.

TIADA MENDAKI DAN MATI



Terbentang asamu di layar langit dan kau paksakan kepalamu mendongak ke angkasa. Kau paksakan tanganmu seimbangkan goyang tubuhmu di bumi. Kau bukan si pandir hendak menjilati kabut atau si pendek hendak mencolek puncak bukit dari kakinya.

Tamu-tamu itu kau tuangkan air untuk mereka dari teko kecil ke dalam gelas-gelas kaca. Sekilas kau intip mereka dari sudut kelopak. Kau tahu tamu-tamu itu begitu agung. Dan kau sematkan asa dalam paduan warna air yang tertuang.

Tuangan asamu takkan terjun seterjunnya air terjun ke bawah. Kau fahami asamu membumbung tinggi di angkasa. Kau tuangkan ke atas asa-asa. Dan setiap hari tamu-tamu silih berganti rutin menjelma. Kau tahu mereka begitu agung. Matahari bertamu tuk terangkan lukisan langit; bulan bertamu tuk izinkan matamu mengintip masih melayangnya asa; bintang-bintang terkadang menjelma menjadi titik-titik sunyi di baliknya.

Bangunlah! Kau layak fahami asamu lebih agung dari yang bertamu. Mereka hadir untukmu. Dan kau tidak hadir untuk mereka. Kenapa ternyata kau selipkan doamu pada mereka!?

Kau masih paksakan kepalamu mendongak ke angkasa; berharap sejuta...tanpa seikat doa; kau kan sampai pada labuhan mimpimu. Dan zaman terus berpacu secepat kecewamu yang berlari terlepas talinya dari jemari-jemari doa.

Kau masih paksakan kepalamu merunduk ke pusara; berputus sejuta asa...dengan segunung dosa; kau takkan sampai pada ujung hasratmu. Dan tanah terus mengeras sekeras tekadmu dulu; ketika kau masih mampu mengarang syair-syair.

Mereka masih tertulis...kan kutulis kembali di pelepah asamu...yang juga terkubur oleh rasa simpatiku padamu.

Keutamaan Sifat Qona’ah


Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah berikan kepadanya”[1].

Hadits yang mulia menunjukkan besarnya keutamaan seorang muslim yang memiliki sifat qanaa’ah[2], karena dengan itu semua dia akan meraih kebaikan dan keutamaan di dunia dan akhirat, meskipun harta yang dimilikinya sedikit[3].

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

- Arti qanaa’ah adalah merasa ridha dan cukup dengan pembagian rizki yang Allah Ta’ala berikan[4].

- Sifat qana’ah adalah salah satu ciri yang menunjukkan kesempurnaan iman, karena sifat ini menunjukkan keridhaan orang yang memilikinya terhadap segala ketentuan dan takdir Allah, termasuk dalam hal pembagian rizki. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan merasakan kemanisan (kesempurnaan) iman, orang yang ridha kepada Allah Ta’ala sebagai Rabb-nya dan islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasulnya”[5].

Arti “ridha kepada Allah sebagai Rabb” adalah ridha kepada segala perintah dan larangan-Nya, kepada ketentuan dan pilihan-Nya, serta kepada apa yang diberikan dan yang tidak diberikan-Nya[6].

- Yang dimaksud dengan rizki dalam hadits ini adalah rizki yang diperoleh dengan usaha yang halal, karena itulah yang dipuji dalam Islam[7].

- Arti sabda beliau: “…yang secukupnya” adalah yang sekedar memenuhi kebutuhan, serta tidak lebih dan tidak kurang[8], inilah kadar rizki yang diminta oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Allah untuk keluarga beliau , sebagaimana dalam doa beliau: “Ya Allah, jadikanlah rizki (yang Engkau limpahkan untuk) keluarga (Nabi) Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam) Quutan“[9]. Artinya: yang sekedar bisa memenuhi kebutuhan hidup/seadanya[10].

- Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya kemewahan dunia (harta), akan tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan (kecukupan) dalam jiwa (hati)”[11].

- Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “…Ridhahlah (terimalah) pembagian yang Allah tetapkan bagimu maka kamu akan menjadi orang yang paling kaya (merasa kecukupan)”[12].

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Kendari, 29 Jumadal ula 1432 H

Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

Artikel www.muslim.or.id

[1] HSR Muslim (no. 1054).

[2] Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” tulisan imam an-Nawawi (7/145).

[3] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (4/508).

[4] Ibid.

[5] HSR Muslim (no. 34).

[6] Lihat kitab “Fiqhul asma-il husna” (hal. 81).

[7] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (4/508).

[8] Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” (7/145) dan “Faidhul Qadiir” (4/508).

9 HSR al-Bukhari (no. 6095) dan Muslim (no. 1055).

[10] Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” (7/146).

11 HSR al-Bukhari (no. 6081) dan Muslim (no. 120).

[12] HR at-Tirmidzi (no. 2305) dan Ahmad (2/310), dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani.